Radio Mayangkara | Kritis Solutif

Hotline  (0342) 802327
BERANDA BLITAR RAYA Kabupaten Blitar

Perhotelan

Read more: PerhotelanSarana akomodasi hotel/losmen yang ada di Kabupaten Blitar tidak mengalami perkembangan. Jumlah hotel yang ada sebanyak 6 buah, dengan fasilitas jumlah kamar sebanyak 116, dan tempat tidur sebanyak 122 buah. Keberadaan hotel-hotel yang tersedia di Kabupaten Blitar tidak strategis, mengingat jauhnya jarak tempuh ke terminal bus, stasiun kereta api, pelabuhan udara serta pelabuhan laut yang terdekat.

Hotel yang ada di Kabupaten Blitar tersebut masing-masing berada di Kecamatan Kademangan sebanyak 1 buah yaitu berada di Perbatasan Kabupaten Tulungagung. Di Kecamatan Selorejo yang berbatasan dengan Kabupaten Malang sebanyak 3 buah, dan 2 hotel lainnya di Kecamatan Wlingi dan Kecamatan Sanankulon.

(Sumber: Kabupaten Blitar Dalam Angka 2014)

Potensi Pariwisata

Read more: Potensi PariwisataKabupaten Blitar sangat kaya akan potensi keindahan alamnya yang dapat dijadikan obyek wisata. Hal ini terlihat, hampir setiap kecamatan mempunyai tempat wisata/obyek wisata baik berupa tempat peninggalan bersejarah, wisata alam, pantai maupun wisata buatan semisal bendungan.

Obyek wisata di sekitar wilayah Kabupaten Blitar belum sepenuhnya dikelola dengan baik. Dalam bab ini tercatat jarak obyek wisata ke ibukota Kabupaten Blitar, serta jadwal kegiatan obyek wisata yang patut dicatat oleh wisatawan baik domestik ataupun wisatawan asing.

Salah satu tempat wisata di Kabupaten Blitar adalah Candi Penataran yang merupakan candi terbesar di Jawa Timur, berada di Kecamatan Nglegok

NO KATEGORI OBYEK WISATA LOKASI
1 Wisata Alam Rambut Monte Kec. Gandusari
    Gua Embul Tuk Kec.Bakung
    Randu Alas Kec.Bakung
    Bendungan Lahor Ds.Lahor, Kec. Selorejo
    Bendungan Wlingi Raya Ds.Tumpang, Kec. Talun
    Bendungan Serut Ds. Serut, Kec. Kanigoro
2. Wisata Bahari Pantai Jolosutro Kec. Wates
    Pantai Pangi Kec.Bakung
    Pantai Serang Kec. Pangungrejo
    Pantai Tambak Kec. Wonotirto
3. Wisata Budaya Jamasan Gong Kyai Pradah Kec.Sutojayan
    Larung Sesaji Pantai Selatan Kab.Blitar
    Jaranan Menyebar di tiap kecamatan
4. Wisata Sejarah Candi Penataran Kec.Nglegok
    Candi Simping Kec.Kademangan
    Candi Sawentar Kec.Kanigoro
    Monumen Trisula Kec. Bakung

Tabel : Potensi Wisata di Kabupaten Blitar

(Sumber: Kabupaten Blitar Dalam Angka 2014)

Potensi Industri

Read more: Potensi IndustriProfil industri pengolahan di Kabupaten Blitar apabila dilihat lebih lanjut cenderung didominasi oleh industri kecil. Walaupun porsi jumlah perusahaan industri besar dan sedang di Kabupaten Blitar lebih sedikit, namun demikian apabila dilihat dari kemampuannya dalam penyerapan tenaga kerja peranan kelompok industry besar dan sedang tidak dapat diabaikan.

Industri kecil di Kabupaten Blitar tahun 2009 sebanyak 13.465 unit dengan jumlah tenaga kerja 31.155 orang, dengan nilai produksi bisa mencapai 319,2 milyar rupiah.

Pada tahun 2010 jumlah unit usaha industri kecil menurun dibanding tahun sebelumnya tinggal 12.065 unit, namun nilai produksi meningkat hingga 399,49 milyar rupiah dan dalam penyerapan tenaga kerja juga lebih banyak dari pada tahun sebelumnya, pada tahun ini menyerap tenaga kerja sbanyak 36.719 orang.

Dari jumlah industri kecil tersebut, hampir separonya merupakan industri gula kelapa. Daerah potensi produksi gula kelapa yaitu Kecamatan Nglegok, yaitu terdapat 50,3 persen dari total industri gula kelapa di Kabupaten Blitar.

Jenis industri yang didirikan akan berpangaruh erat terhadap besarnya nilai investasi yang ditanam. Jumlah investasi industri kecil di Kabupaten Blitar yaitu sebesar 73,1 milyar rupiah yang terbagi menjadi 53,8 milyar rupiah untuk kelompok industri kecil formal dan 19,3 milyar rupiah untuk kelompok industri kecil non formal.

Kelompok industri hasil pertanian dan kehutanan menempati urutan pertama dalam penanaman investasi yaitu sebesar 51,8 milyar rupiah disusul kelompok industri aneka sebesar 15,3 milyar rupiah dan berikutnya kelompok industri logam, mesin dan kimia sebesar 6 milyar rupiah.

(Sumber: Kabupaten Blitar Dalam Angka 2014)

Potensi Perikanan

Read more: Potensi PerikananKabupaten Blitar memiliki potensi perikanan yang cukp besar, baik perikanan darat (air tawar) maupun perikanan laut. Potensi ikan lautcuku menjanjikan, lantaran Kabupaten Blitar berbatasan dengan samudera Indonesia di bagian selatan. Oleh karena itu Pemkab Blitar kini terus mengembangkan sarana prasarana perikanan di pantai Tambakrejo, guna meningkatkan produksi perikanan laut.

Sementara potensi perikanan daratnya (air tawar) tak kalah besarnya, baik ikan konsumsi maupun ikan hiasnya. Potensi ikan Koi asal Kabupaten Blitar ini telah diakui secara nasional. Bahkan Blitar dikenal sebagai salah satu sentra ikan Koi berkualitas.

NO JENIS IKAN JUMLAH(ekor)
1. Koi 141.492.500
2. Manfish 1.926.400
3. Komet 1.056.500
4. Sedaker 837.500
5. Oskar 793.900

Tabel : Produksi Ikan Hias Kabupaten Blitar
Sumber : Dinas Perikanan dan Kelautan Kab.Blitar (2014)

Potensi Peternakan

Read more: Potensi PeternakanKabupaten Blitar merupakan salah satu daerah sentra produksi peternakan Jawa Timur, utamanya ternak unggas. Dalam tiap harinya berpuluh-puluh ton telur dan hasil lainya mengalir ke berbagai kota di Indonesia. Diperkirakan 55 % kebutuhan telur di Propinsi Jawa Timur ini disuplai dari Kabupaten Blitar.

Selain telur ayam ras, cukup banyak pula telur itik yang dihasilkan Kabupaten Blitar, selain pula daging dan susu.

Peternakan ayam ras petelur sangat berpengaruh pada sector peternakan di Kabupaten Blitar, populasi ayam ras petelur di Kabupaten Blitar mencapai 15.467.600 ekor pada tahun 2010 meningkat 5,03 persen dibandingkan tahun sebelumnya yaitu sebanyak 14.727.200 ekor pada tahun 2009.

Peternakan sapi potong menduduki urutan kedua setelah ayam petelur, pada tahun 2010 populasinya mencapai 116.805 ekor dibandingkan tahun sebelumnya meningkat 3 persen. Produksi daging, susu dan telur selama lima tahun terakhir meningkat secara lamban.

NO NAMA TERNAK JUMLAH(satuan)
1. Ayam Buras 1.153
2. Ayam Ras 128.2856
3. Itik 3.256
4. Entok 118
  Jumlah 132.813

Tabel : Produksi telur di Kabupaten Blitar 

(Sumber: Kabupaten Blitar Dalam Angka 2014)

Potensi Pertanian

Read more: Potensi PertanianKabupaten Blitar dengan luas 158.879 Ha, apabila di lihat dari penggunaan lahannya tampak bahwa 19,97 persen merupakan luas sawah dan 80,03 persen merupakan bukan lahan sawah.

Dari lahan sawah seluas itu terdapat 71,75 persen lahan sawah berpengairan tehnis, 12,14 persen lahan sawah berpengairan setengah tehnis, sederhana 10,79 persen, desa/Non PU 1,53 persen dan lahan sawah yang berpengairan tadah hujan 3,8 persen. Untuk luas bukan lahan sawah dilihat dari penggunaannya tampak bahwa luas tegal/kebun menduduki luas terbesar yaitu 35,34 persen, urutan kedua yaitu rumah dan pekarangan sebesar 26,83 persen, sedangkan sisanya untuk penggembalaan/padang rumput, tambak, kolam, sementara tidak diusahakan, hutan perkebunan dan lainnya, sebagaimana terlihat pada kontribusi tanah di wilayah Kabupaten Blitar menurut jenis penggunaan dan fungsinya.

Selama periode lima tahun terakhir produksi beberapa komoditas unggulan berfluktuasi. Salah satu komoditi pertanian tanaman pangan unggulan antara lain padi dan jagung produksinya relatif stabil setiap tahunnya.

Produksi tanaman padi pada periode tahun 2009-2010 di atas 300 ribu ton berupa gabah kering giling. Produksi padi pada tahun 2010 lebih besar dibandingkan dengan tahun sebelumnya, bila dicermati pada tahun 2010 ini peningkatan jumlah produksi padi sebesar 0,52 persen dari tahun sebelumnya.

Luas areal, produksi dan jumlah petani perkebunan rakyat dibedakan menjadi tanaman semusim dan tanaman tahunan, khusus mengenahi tanaman perkebunan rakyat semusim per kecamatan yang terdiri dari tanaman tebu, tembakau lokal dan virgina, dimana petani tebu masih cukup banyak yaitu 2.119 orang. 470 orang petani tembakau virginia dan lokal.

Kemudian tanaman tahunan perkebunan rakyat yang terbanyak adalah petani kelapa yaitu 33.713 orang, menyusul kakao 3.610 orang, kopi 3.436 orang, cengkeh 2.816 orang, disusul kenanga dan lada masing-masing 855 orang dan 52 orang.

(Sumber: Kabupaten Blitar Dalam Angka 2014)

Potensi Ekonomi

Read more: Potensi EkonomiStruktur perekonomian Kabupaten Blitar tahun 2010 dominan bertumpu pada sector primer yaitu Sektor Pertanian dan Pertambangan/Penggalian. Besaran sektor primer dalam menopang perekonomian daerah Kabupaten Blitar mencapai 47,90 persen. Pada sektor ini tentu saja sector pertanian memberikan peran yang dominan yaitu mencapai 45,54 persen.

Sektor sekunder yang terdiri dari Sektor Industri, Listrik Gas dan Air Bersih, dan Konstruksi memiliki share sebesar 5,34 persen terhadap perekonomian. Sektor Industri

Pengolahan memberikan share paling dominan dalam pembentukan sector sekunder yang mencapai 2,55 persen, menyusul sector kontruksi sebesar 2,38 persen. Sektor Listrik, Gas dan Air Bersih memberikan share terkecil dalam pembentukan sektor sekunder yaitu sebesar 0,4 persen.

Sedangkan sektor tersier yang mencakup Sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran; Pengangkutan/Telekomunikasi; Keuangan, Persewaan, dan Jasa Perusahaan; serta Jasa-jasa memiliki share sektoral sebesar 46,76 persen. Sektor ini lebih banyak didukung dengan share sektor perdagangan, hotel, dan restoran yang mencapai 28,93 persen. Sektor jasa jasa memberikan share sektoral sebesar 11,09 persen, sector pengangakutan/telekomunikasi 2,30 persen, dan sector keuangan, persewaan, dan jasa Perusahaan sebesar 4,43 persen. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Blitar mencapai 6,08 persen pada tahun 2010, yang berarti selama tahun 2010 tercatat adanya peningkatan kuantitas produksi barang dan jasa berdasarkan harga konstan 2000 mencapai 6,08 persen dibanding keadaan tahun sebelumnya, merupakan paling tinggi selama 5 tahun ini.

Jika dilihat dari pertumbuhan 3 sektor utama pembentuk PDRB pada beberapa tahun terakhir, yaitu sektor primer, sekunder, dan tersier, maka sektor tersier memiliki laju pertumbuhan yang paling dominan, menyusul sektor sekunder dan terakhir sektor primer. Dengan kata lain sektor tersier merupakan sektor yang paling elastis dalam meningkatkan volume produksinya dibanding sektor primer. Percepatan laju produksi barang/jasa sector tersier lebih besar jika dibanding dengan sektorsektor yang lain. Hal ini dikaitkan juga dengan share sektoral beberapa tahun terakhir, dimana sector tersier mulai menggeser peran sektor primer sebagai sektor pendukung utama dalam pembentukan PDRB.

(Sumber: Kabupaten Blitar Dalam Angka 2014)

Kondisi Demografis

Read more: Kondisi DemografisKesejahteraan penduduk merupakan sasaran utama dari pengembangan sebagaimana tertuang dalam rencana pembangunan jangka menengah (RPJM). Sasaran ini tidak mungkin tercapai bila pemerintah tidak dapat memecahkan masalah kependudukan; seperti besarnya jumlah penduduk dan tidak meratanya penyebaran penduduk.

Berbagai usaha untuk menekan laju pertumbuhan penduduk yang tinggi yang telah dilakukan pemerintah melalui berbagai progam Keluarga Berencana (KB) yang dimulai awal tahun 1970 an. Begitu pula usaha-usaha yang mengarah pada pemerataan penyebaran penduduk telah dilakukan dengan cara memindahkan penduduk Pulau Jawa keluar Pulau Jawa melalui progam transmigrasi.

Jumlah penduduk Kabupaten Blitar pada tahun 2000 adalah sebesar 1.064.643 jiwa. Jumlah penduduk tahun 2000 ini mencangkup penduduk tidak bertempat tinggal tetap. Jumlah penduduk pada tahun 2010 adalah 1.116.639 jiwa mencangkup penduduk tidak bertempat tinggal tetap.

Laju pertumbuhan penduduk mengalami penurunan sejak tahun 1980, yaitu dari 1,24 persen per tahun selama tahun 1961-1971 menjadi 0,98 persen per tahun selama tahun 1971-1980, kemudian menurun lagi menjadi 0,12 per tahun selama periode 1980-1990 dan setelah itu mengalami kenaikan menjadi 0,14 persen per tahun selama periode 1990-2000, dan 0,48 persen per tahun selama periode 2000-2010. Laju pertumbuhan penduduk Kabupaten Blitar selama dua periode yaitu 1990-2000 dan 2000-2010 mengalami kenaikan.

Hasil Sensus Penduduk yang telah dilaksanakan sebanyak 6 kali yaitu mulai tahun 1961 - 2010 yang menunjukan jumlah yang terus meningkat. Komposisi penyebaran penduduk hasil SP2010 di masing-masing wilayah Kecamatan di seluruh Kabupaten Blitar, memperlihatkan bahwa Kecamatan Ponggok berpenduduk paling banyak diantara 22 kecamatan yang ada. Dari hasil SP2010 terlihat kepadatan penduduk di masingmasing wilayah Kecamatan di seluruh Kabupaten Blitar menunjukkan wilayah terpadat penduduknya adalah wilayah Kecamatan Sanankulon, yaitu 1.709 Jiwa/Km2.

Sensus penduduk dilaksanakan sepuluh tahun sekali, guna memenuhi kebutuhan data kependudukan pada setiap tahun dihitunglah proyeksi penduduk. Proyeksi penduduk bisa maju untuk beberapa tahun kedepan dan juga bisa mundur sampai sensus penduduk sebelumnya.

(Sumber: Kabupaten Blitar Dalam Angka 2014)

Keadaan Geografis dan Topografis

Read more: Keadaan Geografis dan TopografisKabupaten Blitar merupakan  satu  Kabupaten yang  terletak  di  Pulau  Jawa bagian  Timur. Merupakan salah  satu Kabupaten dari 38 Kabupaten/Kota  yang membagi  habis  wilayah Provinsi Jawa  Timur, berada di  sebelah  Selatan Khatulistiwa. Kabupaten Blitar  terletak pada  111°40¹- 112°10¹ Bujur  Timur dan 7°58¹-8°9¹51¹¹  Lintang Selatan. 

Batas  daerah  Kabupaten Blitar,  sebelah  utara berbatasan  dengan Kabupaten  Kediri, sebelah timur  berbatasan  dengan Kabupaten  Malang.    sebelah selatan  berbatasan dengan Samudera Indonesia. Sedangkan  sebelah  barat berbatasan  dengan Kabupaten Tulungagung.

Luas  wilayah  Kabupaten Blitar  1.588,79  Km2, habis terbagi menjadi 22 kecamatan, 28 kelurahan dan 220  desa.  Pusat pemerintahan Kabupaten Blitar berada di wilayah Kota Blitar,  yang  berada  pada ketinggian  wilayah  +167 meter dari permukaan air laut. 

Dari segi topografi, Kabupaten  Blitar merupakan  daerah  dataran tinggi dengan ketinggian  rata-rata diatas +100 meter  di atas permukaan air laut. 

Data  yang  bersumber dari Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga  dan  Pengairan

Kabupaten  Blitar menyebutkan  ada  6  daerah yang  wilayahnya  di pegunungan yang  mempunyai ketinggian  wilayah  di  atas  +300  meter  dari  permukaan air laut, yaitu : Kec. Wates, Kec. Wonotirto,  Kec.  Doko,  Kec. Gandusari,  Kec.  Nglegok  dan Kec. Panggungrejo.  Wilayah Kecamatan Wates berada pada ketinggian tertinggi yaitu +420 m dari permukaan air laut.

Dari 22 kecamatan yang ada terdapat  5  kecamatan  dengan luas  wilayah  diatas  100  Km2 yaitu:  Kec.  Wonotirto,  Kec. Panggungrejo,  Kec.  Bakung, Kec.  Kademangan  dan  Kec. Ponggok.  Kecamatan Wonotirto yang  mempunyai luas  wilayah  164,54  Km2 merupakan  kecamatan  terluas di Kabupaten Blitar.

(Sumber: Kabupaten Blitar Dalam Angka 2014)